This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, April 17, 2018

How are you readers? Everything is new in psychoneuron!

How are you readers? Everything is new in psychoneuron!

I made this blog in 2009. Today 2018. It's been 9 years.Thank you for reading and supporting. Keep in touch with psychoneuron. I will always update the post. Here is some of my pic. :)



Below, when I was in form 6. 19 years old.1999. :)


Wednesday, January 31, 2018

Kristina( Untuk Mencintaimu) on Wattpad


I think you'd like this story: "Kristina (Untuk Mencintaimu)" by AbrahamNyerang on Wattpad https://my.w.tt/UiNb/KhXIhmoWaK

Monday, January 29, 2018

Kepergianmu (Mengenangmu,Tok Nan) -dengan Audio


Kepergianmu
(Mengenangmu,Tok Nan)
-dengan Audio.

Kepergianmu,
Adalah malam tanpa bintang,
Adalah malam tanpa rembulan,
Kunyala lilin rindu,
Mengenangmu, Tok Nan.

Kenyalang ini,
Dahulunya tidak mampu berdiri,
Dalam degup yang paling perlahan,
Berpaut hiba di dahan pilu,
Sedayanya mengumpul kudrat,
Berpegang kepada amanat dan hasrat,
Akhirnya kembali terbang tinggi,
Demi menyambung sebuah legasi.

Terima kasih, Tok Nan,
Tetapmu dalam ingatan,
Tetapmu terpateri di sanubari,
Dan manuskrip rindu akan tertulis,
Dalam jiwaraga Anak Sarawak.

"Tetapmu selamanya dalam ingatan, Tok Nan..."

(Am Nass Novelis)
11.1.2018.

Sunday, January 28, 2018

Kepergianmu (Mengenangmu,Tok Nan)


Kepergianmu
(Mengenangmu,Tok Nan)


Kepergianmu,
Adalah malam tanpa bintang,

Adalah malam tanpa rembulan,
Kunyala lilin rindu,
Mengenangmu, Tok Nan.


Kenyalang ini,
Dahulunya tidak mampu berdiri,
Dalam degup yang paling perlahan,
Berpaut hiba di dahan pilu,
Sedayanya mengumpul kudrat,
Berpegang kepada amanat dan hasrat,
Akhirnya kembali terbang tinggi,
Demi menyambung sebuah legasi.


Terima kasih, Tok Nan,
Tetapmu dalam ingatan,
Tetapmu terpateri di sanubari,
Dan manuskrip rindu akan tertulis,
Dalam jiwaraga Anak Sarawak.



(Am Nass Novelis)
11.1.2018.

Saturday, January 27, 2018

Wajah Anak-Anak Derita (Semanis Lollipop Yang Kau Beri)


Wajah Anak-Anak Derita
(Semanis Lollipop Yang Kau Beri)


Dua lollipop itu,
Kuberikan kepadamu,

Agar manis rasanya,
Dapat kau melupa derita.
Dan,
Bibir keringmu,
Kembali membasah,
Menguntum senyum.

Namun,
Hatimu terlalu mulia,
Kau berikan satu kepadaku,
Kerna,
Kau ingin berkongsi,
Rasa gembira yang sama.
Dalam erti kesederhanaan,
Kau ajari aku menginsafi diri,
Serta rendahnya hati,
Mengenal hidup yang serba sedikit.

Walau dihujung lensa,
Tetap jelas bagiku,
Kau dan aku tiada berbeda,
Kita menghirup udara yang sama.

Dan,
Persahabatan kita kian terpateri,
Semanis lollipop yang kau beri.


"Jadikan dunia ini yang terbaik untuk anak-anak derita.Ciptakan momen yang terindah buat mereka."
Am Nass Novelis,
28.1.2017


Thursday, January 25, 2018

Sakura Hanami (Cinta Musim Semi) Buat Kyoko Sakura... Versi Koto


Sakura Hanami
(Cinta Musim Semi)
Buat Kyoko Sakura…
(Versi koto)




Gadis berkimono bersimpuh tertib,
Jemari halusnya membancuh teh hijau,
Gunung Fuji memutih,
Sakura ditiup angin,
Berguguran jatuh,
Ke dalam cawan kecil berisi sake.


Seorang anak kecil,
Berlari riang dan tertawa,
Di rumput menghijau ditemani ayahnya,
Seorang gadis menulis diari,
Dipayungi pohon meredup.

Aku masih ingat lagi,
Saat terindah itu,
Ketika aku duduk di hamparan tikar,
Kau dengan kimono putih berbunga,
Cuba mengusik dengan menarik rambutku,
Kipas di tanganmu terlepas,
Dan kemudian kau berlari-lari,
Menyembunyikan dirimu,
Di sebalik pohon sakura yang mekar,
Hatiku teruntun,
Dengan senyuman paling manis,
Yang kau lemparkan lewat angin.

Sayonara kasihku,
Kau membisik lembut di kupingku,
Pada suatu petang itu,
Adakah ia suatu ucapan selamat tinggal?
Dan kau dalam genang mata berkaca,
Mengangguk perlahan dan tertunduk,
Aku cuba menyeka mutiara,
Yang gugur di kelopak,
Akhirnya aku tahu,
Waktunya sudah tiba,
Untuk kau pergi meninggalkanku.

Sakura Hanami,
Cinta musim semi,
Segalanya tinggal memori,
Namun aku tetap menunggu,
Sakura kembali berbunga,
Kerana kau,
Kyoko Sakura,
Akan kembali, bukan?
Dan aku tetap berharap,
Kita akan kembali menghias laman,
Yang telah lama kita tinggalkan.

Am Nass. 17.1.2018.
Hakcipta Terpelihara ©

Sakura Hanami (Cinta Musim Semi) Buat Kyoko Sakura...

 
                   https://youtu.be/pEbPDs4-X2s

Sakura Hanami
(Cinta Musim Semi)
Buat Kyoko Sakura…
(Versi terbaru)

Gadis berkimono bersimpuh tertib,
Jemari halusnya membancuh teh hijau,
Gunung Fuji memutih,
Sakura ditiup angin,
Berguguran jatuh,
Ke dalam cawan kecil berisi sake.

Seorang anak kecil,
Berlari riang dan tertawa,
Di rumput menghijau ditemani ayahnya,
Seorang gadis menulis diari,
Dipayungi pohon meredup.

Aku masih ingat lagi,
Saat terindah itu,
Ketika aku duduk di hamparan tikar,
Kau dengan kimono putih berbunga,
Cuba mengusik dengan menarik rambutku,
Kipas di tanganmu terlepas,
Dan kemudian kau berlari-lari,
Menyembunyikan dirimu,
Di sebalik pohon sakura yang mekar,
Hatiku teruntun,
Dengan senyuman paling manis,
Yang kau lemparkan lewat angin.

Sayonara kasihku,
Kau membisik lembut di kupingku,
Pada suatu petang itu,
Adakah ia suatu ucapan selamat tinggal?
Dan kau dalam genang mata berkaca,
Mengangguk perlahan dan tertunduk,
Aku cuba menyeka mutiara,
Yang gugur di kelopak,
Akhirnya aku tahu,
Waktunya sudah tiba,
Untuk kau pergi meninggalkanku.

Sakura Hanami,
Cinta musim semi,
Segalanya tinggal memori,
Namun aku tetap menunggu,
Sakura kembali berbunga,
Kerana kau,
Kyoko Sakura,
Akan kembali, bukan?
Dan aku tetap berharap,
Kita akan kembali menghias laman,
Yang telah lama kita tinggalkan.

Am Nass. 17.1.2018.
Hakcipta Terpelihara ©

Wednesday, January 24, 2018

Kumpulan Puisi Sakura Hanami ( Cinta Musim Semi) Buat Kyoko Sakura...


I think you'd like this story: "Sakura Hanami (Cinta Musim Semi) Buat Kyoko Sakura" by AbrahamNyerang on Wattpad https://my.w.tt/UiNb/oHAOES23XJ

Tuesday, January 9, 2018

Bible Bookmark Lelaki Dari Jerusalem (Kedatangan Kedua Jesus Kristus)

Front
Back

Bible Bookmark (double-sided)
Lelaki Dari Jerusalem
(Kedatangan Kedua Jesus Kristus)
400 copies

Monday, January 1, 2018

Psychoneuron Mega Update 2.1.2018


Wait for Psychoneuron Mega Update 2.1.2018 Tomorrow!
More posts about :
1.Psychology
2.Education
3.Literature
4.History
5.Figure
6.Story
7.And Many More...

Friday, June 2, 2017

Mental Tercalar


WHY : ME? Mengapa Harus Aku...

Kenapa buli berlaku? Ini kajian saya tentang buli.Dan saya sedang menyiapkan Why Me : Mengapa Harus Aku.Selamat membaca.
WHY : ME? Mengapa Harus Aku... DIMENSI RASA MANGSA BULI
Ketika masa sunyi, aku seringkali terfikir akan gejala buli dalam masyarakat.Aku memanggilnya gejala kerana ia semakin membarah seperti sesuatu yang tidak tertahan-tahan. Aku pernah melihat sekumpulan anak-anak bermain.Ada yang aktif dan ada yang hanya memerhati,sekadar duduk melihat teman lain bermain.Anak-anak yang aktif cenderung untuk bersifat dominan manakala yang pasif bersifat menerima dan lebih suka berdiam diri. Bagaimana buli boleh berlaku di kalangan kanak-kanak? Ia adalah satu persoalan yang tentunya boleh dijawab oleh pakar psikologi.Aku bukan pakar psikologi,cuma aku sedar dan tahu kanak-kanak yang pasif cenderung untuk menjadi mangsa buli. Kenapa?Kerana dia tidak tahu bergaul atau tidak pandai membiasakan diri dengan rakan-rakan yang lain. Itulah jawapan yang paling mudah, barangkali. Adakah ia jawapan yang paling tepat?Apa yang akan berlaku kepadanya apabila dia membesar kelak? Kanak-kanak yang pernah menjadi mangsa buli ketika kecil tetap membesar seperti kanak-kanak yang lain,cuma kepedihan masa lampau tetap akan diingatinya.Aku memanggilnya kepedihan kerana kanak-kanak mempunyai ingatan yang tajam dan apa-apa jua pengalaman yang dialaminya lebih-lebih lagi yang bersifat kesakitan akan disimpan dalam bentuk memori.Apabila kanak-kanak itu meningkat remaja, dia cenderung untuk dibuli lagi.Kenapa?Apakah dalam tempoh itu dia tidak mampu untuk mengubah dirinya menjadi keras sedikit,menambah pergaulannya,atau lebih hebat lagi menjadi ikutan dan idola remaja yang seangkatan dengannya?Ini adalah kerana dia rasa rendah diri dan hilang keyakinan.Motivasi dan moral dalam dirinya telah dihancurkan.Apa yang menyedihkan dia terusan dipukul atau disepak terajang.Emosi yang bercelaru ini memungkinkan dia tidak dapat menumpukan sepenuh perhatian terhadap pelajaran.Namun, sekiranya dia berfikiran positif dia mampu menangani situasi dan seterusnya melangkah jauh. Apabila mangsa buli menginjak dewasa, dia juga akan bekerja seperti yang lain.Alam pekerjaan amat berbeda kalau dibandingkan dengan alam persekolahan.Dari segi pergaulan, dia akan berjumpa dengan mereka yang pelbagai sifatnya.Adakah di kalangan mereka itu wujud juga pembuli?Mangsa buli akan lebih berhati-hati dalam pergaulan atau cuba-cuba menjadi seorang yang dominan (?)Ketakutan silam boleh mengubah peribadi mangsa buli.Sama ada dia kekal lemah dan terus menjadi bahan gurauan dan usikan melampau atau menjadi seorang yang positif dan mula aktif dalam pergaulan.Terkadang mereka mengambil peluang mengusik orang lain (sekadar mengusik) untuk mengelakkan diri daripada dibuli sekiranya dalam kelompok manusia itu belum ada yang tahu dirinya pernah dibuli.Adakah perubahan ini memberikan suatu nilai baru kepada dirinya yang difikirkannya baik atau suatu kekeliruan peribadi yang meresahkan? Adakah gejala buli ini akan terus berlaku?Ia akan terus berlaku selagi-lagi dalam diri manusia itu masih ada sikap memandang rendah dan keinginan untuk menakluki orang lain.Pembuli, adalah orang yang paling sunyi.Lantas,mereka mencipta megah dan keriuhan yang akhirnya menjerat diri.

Am Nass, 25.9.2009,10.42 p.m.
WHY ME : Mengapa Harus Aku.Fragmen 1
Sebuah kisah tentang buli.Kepada mereka yang pernah dibuli dan membuli

Keadaan di dalam bilik itu amat sejuk. Terdapat beberapa orang di dalam bilik itu. Enam lelaki dan lima perempuan. Dalam bulatan, mereka duduk di atas kerusi. Dari riak wajah mereka, tidak banyak yang boleh diperkatakan. Mereka hanya berdiam diri dan tidak pasti. Ada yang keliru.Namun, salah seorang daripada mereka tampaknya berkeyakinan. Dia memegang sebuah buku catatan dan pen. Mungkin bukan di kalangan mereka. Barangkali seorang guru atau kaunselor. Atau tenaga pengajar di situ. Gadis itu memerhati mereka yang ada di sekelilingnya. Dia melemparkan senyuman. Tetapi tidak berbalas. Tetapi gadis itu tidak mudah patah semangat. Dia mengatur susun rambutnya. Dan kemudian bersuara, “ Selamat petang semua.Nama saya Isabel. Saya kaunselor di sini. Baiklah, saya lihat tidak ramai yang datang.Tapi, tak mengapa. Terima kasih kerana sudi hadir dalam perkongsian ini. Sebelum itu, apa kata kita berkenalan terlebih dahulu? Kita mulakan dari tepi saya ini. Siapa nama saudara?” tanya Isabel. Tidak lama, lelaki memperkenalkan dirinya. “Nama saya Brian,”katanya. “Baiklah, seterusnya,”kata Isabel pula. Masing-masing memperkenalkan diri mereka. Kemudian, mereka membuat aktiviti ‘ice breaking’. Sekarang ini, mereka sudah mula menampakkan perubahan. Sudah ada riak ceria di wajah mereka. Ada yang sudah mula tersenyum. Sesudah aktiviti ‘ice breaking’ Isabel pun memberikan penerangan yang lebih lanjut. “ Baiklah, semua sudah maklum tujuan kita berkumpul petang ini, kan? Sebab kita hendak berkongsi mengenai diri kita yang pernah dibuli, sama ada sewaktu kanak-kanak, remaja, atau masa sekarang ini. Di samping itu, perkongsian ini juga sebagai pemberi motivasi kepada kita dalam menjalani hidup selepas ini.Saya tahu, bukan mudah apabila kita terpaksa mengharungi semua ini. Saya cukup berbangga kerana saudara dan saudari berani tampil untuk berkongsi masalah. Ada di antara rakan kita yang masih bingung di luar sana. Malah ada juga yang sudah kehilangan nyawa akibat buli. Baiklah, siapa yang hendak berkongsi pengalamannya terlebih dahulu?,”tanya Isabel. Isabel memerhati sekeliling. Agak lama juga, tiada yang mengangkat tangan. “Ya, ada siapa?,” tanya Isabel lagi. Akhirnya seorang lelaki mengangkat tangan. “Ya, Steve. Silakan,”kata Isabel. Lelaki itu memandang Isabel dan yang lain. “Boleh saya berkongsi pengalaman saya?,” tanya lelaki itu. “Ya, boleh Steve. Silakan” kata Isabel. Lelaki itu menarik nafasnya sekejap. Kemudian menghembuskannya. Isabel dan yang lain terdiam.Mereka menunggu lelaki itu menyambung bicaranya. Akhirnya, dia bersuara, “Begini ceritanya...”
Bersambung...
Breaking News
Loading...